Tuesday, January 3, 2017

Sikap mengakui Kesalahan Diri Sendiri

TUGAS 2         
Sikap mengakui Kesalahan Diri Sendiri


Menutupi kesalahan dapat dibilang merupakan suatu defens bagi manusia untuk bertahan di lingkungannya. Namun, apabila hal ini terus berlangsung kerugian tidak hanya berada di sisi diri sendiri melainkan di sisi orang lain pula. Mengakui kesalahan dapat dikatakan sebagai modal dalam bersosialisasi yang baik dengan lingkungan.
Manusia sebagai makhluk sosial hidup di dalam kelompok berdampingan satu sama lain. Kebutuhan manusia tidak hanya kepada diri sendiri melainkan kepada orang lain. Manusia selalu membutuhkan manusia lain untuk bertahan hidup. Oleh karena itu, akan sangat penting bagi setiap orang untuk mendapatkan umpan balik positif dari orang lain, baik itu berupa pujian, image, tanggapan maupun penilaian positif dari orang lain. Dengan adanya umpan balik positif dari orang lain, maka kita dapat mencapai harapan, keinginan dan kebutuhan kita sebagai makhluk sosial.
Menyadari bahwa kita sudah berbuat salah itu tidak sulit. Biasanya secara otomatis, alat sensor alamiah yaitu hati nurani, akan mulai berbisik perlahan, bahwa something doesn't smell right. Ada sesuatu yang terasa mengganjal dan sepertinya perasaan hati berubah tidak nyaman. Bersyukurlah kalau kita masih bisa merasakan ketidak nyamanan karena sudah berbuat salah.
Mengakui kekurangan dan menyadari kenyataan bahwakita pernah,  bisa , dan mungkin akan berbuat salah adalah sama dengan memproklamirkan diri kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling berakal budi. Kenyataan bahwa kita sekarang lebih pintar memilih yang baik bagi diri kita, adalah karena dulu kita pernah bodoh dan salah dalam memilih. Fakta bahwa kita sekarang lebih bisa tenang menghadapi segala sesuatu, termasuk menghadapi kiritkan,  adalah mengakui bahwa dulu kita pernah membuang banyak waktu membalas menyerang yang mengkritik, tanpa bersikap tenang dan menginstrospeksi diri terlebih dahulu.
Berikut ini merupakan manfaat dan kekuatan di dalam mengakui kesalahan:
Memberikan kedamaian
Mengakui kesalahan dapat membawa kedamaian secara psikologis bagi diri sendiri maupun orang lain. Mengetahui diri sendiri membuat kesalahan tetapi menunda untuk mengakuinya dapat menimbulkan perasaan bersalah bagi diri sendiri akibatnya diri sendiri tidak akan merasa damai. Bahkan menunda mengakui kesalahan dapat membuat kita menciptakan alasan-alasan baru untuk menutupi kesalahan kita sebelumnya. Meskipun kebanyakan dari kita bisa lupa akan kesalahan yang telah kita buat tanpa harus mengakuinya, rasa kedamaian yang dirasakan didalam hati akan berbeda dibandingkan orang yang mau mengakui kesalahannya. Mengakui kesalahan sama seperti membuang beban pikiran yang kurang berguna yang dapat merugikan diri sendiri. Mengakui kesalahan dapat diibaratkan dengan membayar hutang. Orang yang membayar hutangnya akan merasa lega. Tetapi orang yang menyimpan hutang akan selalu merasa ada kekurangan dalam dirinya.
Bagi orang lain pun kedamaian akan tercipta karena mengakui kesalahan dapat menghilangkan fitnah, dugaan-dugaan negatif dan persepsi yang salah terhadap orang lain.
Mendapatkan kepercayaan orang lain
Dengan mengakui kesalahan, kita akan mendapatkan kepercayaan dari orang lain. Hal ini dikarenakan kepercayaan diantara sesama dibangun melalui kejujuran. Mengakui kesalahan berarti bersikap jujur terhadap orang lain atas kekurangan diri sendiri yang memiliki dampak kepada orang lain. Dengan menunjukan kejujuran, orang lain akan melihat adanya potensi dari diri kita untuk mengakui kekurangan kita dan mencegah kesalahan yang sama terulang dilain waktu. Akibatnya orang lain akan lebih mempercayai kita. Sebagai konsekuensi positifnya, kita akan mendapatkan respect/rasa penghargaan yang lebih besar dari orang lain.
Sebaliknya menutupi kesalahan atau bahkan lebih parahnya adalah menyalahkan orang lain atas kesalahan kita hanya akan membantu menutupi kesalahan kita untuk sementara waktu bahkan memperparah kesalahan kita. Hal ini diibaratkan dengan menembel ban bocor dengan isolasi. Efeknya tidak akan bertahan lama.
Meningkatkan hubungan interpersonal
Mengakui kesalahan dapat menjaga hubungan interpersonal yang baik diantara sesama. Hal ini berlaku di dalam hubungan dengan keluarga, lingkungan kerja, lingkungan sosial, pasangan dll. Keterbukaan diantara sesama termasuk keterbukaan dalam mengakui kesalahan dapat mendekatkan relasi kita terhadap orang lain. Membuka hati diri sendiri untuk mengakui kesalahan dapat memicu orang lain untuk membuka pintu hatinya dalam memberikan maaf. Apabila didalam suatu hubungan interpersonal terdapat timbal balik yang konsisten diantara “mengakui kesalahan & memaafkan”, maka kerukunan dan saling menghargai diantara sesama akan lebih tercipta.


Modal sebagai pemimpin
Mengakui kesalahan merupakan salah satu modal menjadi seorang pemimpin. Hal ini dikarenakan, seorang pemimpin yang baik mau bertanggung jawab atas perbuatan dirinya sendiri. Dengan mengakui kesalahan berarti berani bertanggung jawab dan menuntaskan perbuatannya sendiri.
Memberi contoh bagi orang lain untuk bersikap jujur
Mengakui kesalahan berarti memberanikan diri sendiri untuk memulai menunjukan sikap positif terhadap orang lain. Hal ini berarti memulai untuk memberikan contoh kepada orang lain untuk bersikap jujur kepada diri sendiri maupun pihak lain. Karenanya jangan menunggu orang lain untuk menegur, namun mulailah dari diri sendiri. Sikap positif harus ditunjukan kepada orang lain bukan menunggu orang lain memberikan inisiatif sikap positifnya terhadap diri kita.

Daripada kita mengevaluasi dan mencari kesalahan dari orang lain, mengapa kita tidak memulainya dari diri kita sendiri? Lakukanlah evaluasi diri sendiri, kesalahan apa yang kita lakukan yang juga mungkin menyakiti orang lain. Sadari, akui kesalahan kemudian meminta maaflah terlebih dahulu ketimbang menunggu orang lain. Hampirilah kedamaian ketimbang menunggu kedamaian.

Sumber Informasi Tentang Penawaran atau Peluang Proyek TIK

Tugas 1
 Sumber Informasi Tentang Penawaran atau Peluang Proyek TIK

Technopreneurship merupakan sebuah istilah wirausaha yang dikhususkan bagi wirausahawan yang bergerak di bidang teknologi informasi.
Bill Gates (Microsoft)
Steve Jobs (Apple),
Sergey Brin & Larry Page (Google),
Mark Zuckenberg (Facebook),
Jack Dorsey (Twitter),
Mereka ialah beberapa contoh wirausahawan yang bergerak di dunia teknologi informasi.
A.     Proses mencari informasi peluang usaha
Informasi sangat penting dalam mencari peluang-peluang yang ingin kita ketahui sebagai wahana keterbukaan kita kepada bermacam-macam berita yang ada di lingkungan kita.Banyak sumber untuk memperoleh informasi, dari mulai media cetak sampai pada media elektronik. Semakin lengkap sumber-sumber informasi yang ada tentu semakin mempermudah kita untuk memperoleh informasi mengenai peluang berbisnis. Kecanggihan teknolgi dan sumber informasi yang banyak sebagi contoh: majalah, Koran, televisi, buku, internet, radio, dan lain-lain.  Berikut beberapa tips dalam mencari informasi peluang bisnis :
  • Informasi tentang kepribadian dan kemampuan diri
  • Peluang yang dapat diraih
  • Kebutuhan dan keinginan konsumen
  • Lingkungan yang dihadapi
  • Situasi persaingan
B.     Tahapan pengembangan usaha
Tahapan – tahapan yang dilakukan dalam proses pengembangan usaha yaitu :
  • Ide Usaha
  • Kelayakan
  • Implementasi
  • Prestasi
C.     Sumber ide usaha
Ide usaha dapat diperoleh dari berbagai sumber diantaranya :
  • Berdasarkan hobi
  • Berdasarkan keahlian ( contoh : latar belakang pendidikan)
  • Membuat inovasi baru
  • Menyesuaikan dengan kebutuhan sekitar

D.     Faktor utama sebelum memulai usaha
Terdapat beberapa faktor utama yang harus dipertimbangkan sebelum memulai usaha , yaitu :
  • Faktor kelayakan pasar
  • Faktor kesukaan
  • Faktor keahlian atau familiaritas
  • Faktor dana
  • Faktor bahan baku
  • Faktor sumber daya manusia dan teknologi
  • Faktor kepribadian
didalam perkembangan bisnis di dunia it sendiri terdapat jenis dan tipe bisnis Terdapat 2 macam bisnis informatika yaitu produk dan jasa.
1. Produk
  • Hardware / Perangkat Keras
  • Software / Perangkat Lunak
2. Jasa
  • Aplikasi
  • e-commerce
  • Infrastruktur informasi dan komputer
Infrastruktur
Adalah bisnis Informatika yang menyediakan sebuah layanan informasi dan komputer, seperti Internet Service Provider, Jaringan Komputer, dll.
E-commerce
Internet berkembang menjadi saluran distribusi global utama untuk produk jasa, lapangan pekerjaan bidang manajerial dan professional.
E-commerce dapat didefinisikan dari beberapa perspektif :
  • Komunikasi
  • Perdagangan
  • Proses Bisnis
  • Layanan
Rencana Bisnis
“DMS TECH” Merupakan perusahaan yang bergerak di bidang TI yang menaungi jasa pembuatan WEB, Aplikasi dan konsultan IT.
Prinsip Dasar Pengadaan
Dalam proses pengadaan barang atau jasa, bisnis kami menggunakan beberapa prinsip untuk dapat bertahan dan berkembang dalam pengadaan barang / jasa. Berikut prinsip dasar yang kami laksanakan:

1  Transparan
Semua ketentuan dan informasi, baik teknis maupun administratif termasuk tata cara peninjauan, hasil   peninjauan, dan penetapan penyedia barang/jasa harus bersifat terbuka bagi penyedia barang/jasa yang berminat dan mampu tanpa diskriminasi;
2.   Adil
Memberikan perlakuan bagi semua calon  penyedia barang/jasa dan tidak mengarah untuk memberikan keuntungan  kepada pihak tertentu, dengan cara atau alasan apa pun;
3.   Bertanggung jawab
Mencapai sasaran baik fisik, kualitas,  kegunaan, maupun manfaat bagi kelancaran pelaksanaan usaha sesuai dengan  prinsip-prinsip dan  kebijakan serta ketentuan yang berlaku dalam pengadaan barang/jasa;
4.   Efektif
Sesuai dengan  kebutuhan yang telah ditetapkan dan dapat  memberikan manfaat  yang sebesar-besarnya bagi para pihak terkait;
5.   Efisien
Menggunakan dana, daya, dan fasilitas  secara optimum untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan dengan biaya yang wajar dan tepat pada waktunya;
6.   Kehati-hatian
Berarti senantiasa memperhatikan atau patut menduga terhadap informasi, tindakan, atau bentuk apapun sebagai langkah antisipasi untuk menghindari kerugian material  dan imaterial  selama  proses pengadaan, proses pelaksanaan pekerjaan,  dan paska pelaksanaan pekerjaan;
7.   Integritas
Berarti pelaksana pengadaan barang/jasa harus berkomitmen penuh untuk memenuhi etika pengadaan;

MODAL DAN KEUNTUNGAN
Modal yang saya butuhkan untuk membangun usaha ini adalah sekitar
Rp. 100.000.000 Dengan rincian sebagai berikut:
1.   Komputer 5 Set                      = Rp. 50.000.000
2. Internet                                 = Rp. 1.000.000
3, Printer                                   = Rp 2.000.000
4. ATK                                       = Rp 5.000.000
5. SDM                                      = Rp 40.000.000
6. Biaya Takterduga                     = Rp 2.000.000

Keuntungan yang saya perkirakan dari usaha ini sekitar Rp. 2-4.000.000, dengan asumsi sebagai berikut :
·         Biaya pembuatan applikasi/WEB awal sebesar 2Jt/pelanggan
·         Biaya bulanan Untuk Maintenence 500rb/pelanggan
·         Bulan pertama didapat dengan 5 klien yang berlangganan sebesar Rp 10.000.000 dipotong biaya ISP 1.000.000, listrik 500.000, dan pengembalian pinjaman 5.000.000. Keuntungan bersih 3.500.000.
·         Bulan berikutnya keuntungan didapat dari target pencapaian 5 pelanggan baru juga pelanggan lama yang setiap bulan bisa mencapai 10.000.000
Total keuntungan saya perkirakan sekitar 2-4.000.000/bulannya.
PEMBAYARAN PIUTANG
Dengan ilustrasi peminjaman sebesar 100.000.000, dan tiap bulannya dicicil sebesar 5.000.000, pelunasan piutang dapat dilakukan dalam 20 bulan beserta bunga persenannya.






Kesimpulan
Semakin pesat dan canggih teknologi, kegiatan manusia semakin mudah karena terbantu oleh teknologi yang semakin inovatif. Maka dari itu, akan merugi jika manusia hanya memiliki jiwa konsumtif dan tidak memiliki jiwa yang produktif. Bisnis dengan menawarkan produk atau jasa yang berkaitan dengan teknologi akan lebih menarik peminat karena memberikan kemudahan. Namun, untuk mencipatakan suatu bisnis diperlukan suatu tekad dan kegigihan dalam menjalankannya, sabar, tidak mudah putus asa serta juga harus berani dalam mengambil resiko.
Seorang pengusaha harus mengetahui dan dapat memprediksi mengenai kebutuhan konsumen, juga harus mengetahui apa manfaat dari produk atau jasa yang akan dijual untuk kepentingan masyarakat tanpa merugikan oraing. Adapun aran untuk membuat bisnis adalah memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelangga, hal tersebut adalah yang paling utama, selain itu juga dengan menjaga kualitas dari produk serta rutin dalam melakukan promosi.

Sumber :
http://trisampurna.blogspot.com/2012/10/peluang-usaha-di-bidang-teknologi.html

http://davidyogaa.blogspot.com/2015/01/peluang-usaha-di-bidang-it.html