TUGAS 2
Sikap
mengakui Kesalahan Diri Sendiri
Menutupi kesalahan
dapat dibilang merupakan suatu defens bagi manusia untuk bertahan di
lingkungannya. Namun, apabila hal ini terus berlangsung kerugian tidak hanya
berada di sisi diri sendiri melainkan di sisi orang lain pula. Mengakui
kesalahan dapat dikatakan sebagai modal dalam bersosialisasi yang baik dengan
lingkungan.
Manusia sebagai
makhluk sosial hidup di dalam kelompok berdampingan satu sama lain. Kebutuhan
manusia tidak hanya kepada diri sendiri melainkan kepada orang lain. Manusia
selalu membutuhkan manusia lain untuk bertahan hidup. Oleh karena itu, akan
sangat penting bagi setiap orang untuk mendapatkan umpan balik positif dari
orang lain, baik itu berupa pujian, image, tanggapan maupun penilaian positif
dari orang lain. Dengan adanya umpan balik positif dari orang lain, maka kita
dapat mencapai harapan, keinginan dan kebutuhan kita sebagai makhluk sosial.
Menyadari bahwa kita
sudah berbuat salah itu tidak sulit. Biasanya secara otomatis, alat sensor
alamiah yaitu hati nurani, akan mulai berbisik perlahan, bahwa something
doesn't smell right. Ada sesuatu yang terasa mengganjal dan sepertinya perasaan
hati berubah tidak nyaman. Bersyukurlah kalau kita masih bisa merasakan ketidak
nyamanan karena sudah berbuat salah.
Mengakui kekurangan
dan menyadari kenyataan bahwakita pernah,
bisa , dan mungkin akan berbuat salah adalah sama dengan memproklamirkan
diri kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling berakal budi. Kenyataan
bahwa kita sekarang lebih pintar memilih yang baik bagi diri kita, adalah
karena dulu kita pernah bodoh dan salah dalam memilih. Fakta bahwa kita
sekarang lebih bisa tenang menghadapi segala sesuatu, termasuk menghadapi
kiritkan, adalah mengakui bahwa dulu
kita pernah membuang banyak waktu membalas menyerang yang mengkritik, tanpa
bersikap tenang dan menginstrospeksi diri terlebih dahulu.
Berikut ini merupakan manfaat dan kekuatan di
dalam mengakui kesalahan:
Memberikan kedamaian
Mengakui kesalahan
dapat membawa kedamaian secara psikologis bagi diri sendiri maupun orang lain.
Mengetahui diri sendiri membuat kesalahan tetapi menunda untuk mengakuinya
dapat menimbulkan perasaan bersalah bagi diri sendiri akibatnya diri sendiri
tidak akan merasa damai. Bahkan menunda mengakui kesalahan dapat membuat kita
menciptakan alasan-alasan baru untuk menutupi kesalahan kita sebelumnya.
Meskipun kebanyakan dari kita bisa lupa akan kesalahan yang telah kita buat
tanpa harus mengakuinya, rasa kedamaian yang dirasakan didalam hati akan
berbeda dibandingkan orang yang mau mengakui kesalahannya. Mengakui kesalahan
sama seperti membuang beban pikiran yang kurang berguna yang dapat merugikan
diri sendiri. Mengakui kesalahan dapat diibaratkan dengan membayar hutang.
Orang yang membayar hutangnya akan merasa lega. Tetapi orang yang menyimpan
hutang akan selalu merasa ada kekurangan dalam dirinya.
Bagi orang lain pun
kedamaian akan tercipta karena mengakui kesalahan dapat menghilangkan fitnah,
dugaan-dugaan negatif dan persepsi yang salah terhadap orang lain.
Mendapatkan kepercayaan orang lain
Dengan mengakui
kesalahan, kita akan mendapatkan kepercayaan dari orang lain. Hal ini
dikarenakan kepercayaan diantara sesama dibangun melalui kejujuran. Mengakui
kesalahan berarti bersikap jujur terhadap orang lain atas kekurangan diri
sendiri yang memiliki dampak kepada orang lain. Dengan menunjukan kejujuran,
orang lain akan melihat adanya potensi dari diri kita untuk mengakui kekurangan
kita dan mencegah kesalahan yang sama terulang dilain waktu. Akibatnya orang
lain akan lebih mempercayai kita. Sebagai konsekuensi positifnya, kita akan
mendapatkan respect/rasa penghargaan yang lebih besar dari orang lain.
Sebaliknya menutupi
kesalahan atau bahkan lebih parahnya adalah menyalahkan orang lain atas
kesalahan kita hanya akan membantu menutupi kesalahan kita untuk sementara
waktu bahkan memperparah kesalahan kita. Hal ini diibaratkan dengan menembel
ban bocor dengan isolasi. Efeknya tidak akan bertahan lama.
Meningkatkan hubungan interpersonal
Mengakui kesalahan
dapat menjaga hubungan interpersonal yang baik diantara sesama. Hal ini berlaku
di dalam hubungan dengan keluarga, lingkungan kerja, lingkungan sosial,
pasangan dll. Keterbukaan diantara sesama termasuk keterbukaan dalam mengakui
kesalahan dapat mendekatkan relasi kita terhadap orang lain. Membuka hati diri
sendiri untuk mengakui kesalahan dapat memicu orang lain untuk membuka pintu
hatinya dalam memberikan maaf. Apabila didalam suatu hubungan interpersonal
terdapat timbal balik yang konsisten diantara “mengakui kesalahan &
memaafkan”, maka kerukunan dan saling menghargai diantara sesama akan lebih
tercipta.
Modal sebagai pemimpin
Mengakui kesalahan
merupakan salah satu modal menjadi seorang pemimpin. Hal ini dikarenakan,
seorang pemimpin yang baik mau bertanggung jawab atas perbuatan dirinya
sendiri. Dengan mengakui kesalahan berarti berani bertanggung jawab dan
menuntaskan perbuatannya sendiri.
Memberi contoh bagi orang lain untuk bersikap
jujur
Mengakui kesalahan
berarti memberanikan diri sendiri untuk memulai menunjukan sikap positif
terhadap orang lain. Hal ini berarti memulai untuk memberikan contoh kepada
orang lain untuk bersikap jujur kepada diri sendiri maupun pihak lain.
Karenanya jangan menunggu orang lain untuk menegur, namun mulailah dari diri
sendiri. Sikap positif harus ditunjukan kepada orang lain bukan menunggu orang
lain memberikan inisiatif sikap positifnya terhadap diri kita.
Daripada kita
mengevaluasi dan mencari kesalahan dari orang lain, mengapa kita tidak
memulainya dari diri kita sendiri? Lakukanlah evaluasi diri sendiri, kesalahan
apa yang kita lakukan yang juga mungkin menyakiti orang lain. Sadari, akui
kesalahan kemudian meminta maaflah terlebih dahulu ketimbang menunggu orang
lain. Hampirilah kedamaian ketimbang menunggu kedamaian.
No comments:
Post a Comment